Minggu, 25 Agustus 2013

Pencapaian Melalui Optimisme, Sugesti dan Doa, Usaha (part 1)


Menyikapi hal-hal yang sering terjadi saat ini seiring menyebarnya demam era globalisasi. Mungkin bukan hal yang asing lagi, melainkan lumrah. Bukan hanya dari kalangan remaja saja, tapi manusia kecil yang dimaksudkan anak-anak dengan range umu 5-10 pun banyak yang terserang demam ini. Tidak perlu dipertanyakan lagi, mereka-mereka sudah memang hidup di kalangan dan zaman yang berubah dari dulu. Dari yang masih kolot ke modern. Dari sesuatu yang manual menjadi otomatis. Dari yang hampa menjadi sesak. Itulah konsekuensi hidup di zaman ini.

Tapi ironinya, semua hal-hal yang disampaikan di atas bukan hanya menyerang satu sisi saja, misal pemakaian gadget. Yang disana disini sudah sama terjadi kemajuannya. Tapi merambah ke ranah yang lebih luas. Dan kali ini tulisan blog ini mengangkat hal lain yang mungkin sudah terjadi di kebanyakan orang, OPTIMISME (part 1) , SUGESTI (part 2),  USAHA (part 3), DOA (part 4)

OPTIMISME untuk kata yang satu ini, saya mendefinisikan sebagai “suatu keyakinan atas segala sesuatu yang akan kita capai”. Bukan hanya dari keyakinan tapi cara kita juga untuk menyikapi hal-hal apa yang terjadi ke depan. Rata-rata, orang-orang hanya menyikapi suatu tantangan dengan melihat dari apa yang sudah dikerjakan. Kalau mereka sudah mengerjakan sesuatu hal dengan baik, keyakinan mereka atas hasil yang akan dicapai sangatlah besar. Mereka berasumsi dengan pemikiran baik atas kerjaan tersebut dan mereka akan dan pasti berhasil. Memang, itu adalah bentuk optimisme. Tapi optimisme condong. Maksud saya, dia tidak memikirkan baik buruknya berharap sesuatu yang mungkin nantinya bisa terjadi. Apapun bisa terjadi karena segala hal sudah ada yang mengatur. Hal buruk bisa saja terjadi dan tidak ada yang tahu bagaimana nanti hasil yang didapat itu. Apa yang akan terjadi apabila orang tersebut tidak mendapatkan hasil yang dia dapatkan dari semua yang sudah baik dikerjakan ditambah optimisme condongnya? Banyak orang yang akhirnya hanya menelan kekecewaan tanpa menyadari dan menyikapi hal itu dengan baik. Mereka tidak langsung meresapi dan memperbaiki mind setting dan suasana hati. Tapi yang ada dari sebagian mereka adalah rasa kecewa karena mereka hanya menilai dari satu sisi. “sudah berusaha maksimal dan optimis pasti berhasil tapi ujung-ujungnya gagal”

Bagaimana mengatasinya dan apa yang seharusnya dikerjakan?

Mind setting yang baik harus ada dan terpupuk bersamaan dengan rasa optimisme. Karena mind setting yang baik pasti akan membentuk paerasaan hati yang baik setelah dia melakukan suatu usaha. Apapun hasil yang nantinya didapat. Yang ini saya sebut optimisme lurus. Karena lewat jalan ini semua hal positif bisa terbentuk. Mulai dari cara menyikapi hasil, pikiran yang bisa dikontrol dan perasaan yang bisa dirasakan nantinya. Apapun hasilnya. Jika hasilnya baik, sikap yang dilakukan bisa senyum dengan tenang. Bersyukur dengan hasil yang dipegang, berusaha keep humble. Berfikiran positif dengan berkata itu semua adalah hasil kerja keras, optimisme dan anugrah tuhan yang didapatkan. Perasaan tenang dan tidak kelewat senang yang sampai mengeluarkan ekspresi heboh diri sendiri.

Dan mind setting bersama optimisme yang baik bisa menjadi bekal untuk pondasi semangat saat kita gagal mendapatkan sesuatu yang harapkan dari perjuangan keras yang kita anggap baik. Seseorang dengan mind setting dan optimisme baik akan menyikapi kegagalan dengan lapang dada, sabar. Atau beberapa orang bahkan menganggapnya sebagai suatu anugerah yang tertunda yang apabila dia tidak mendapat kesempatan kali ini, lain kali dia akan menuai hasil yang lebih baik dan besar.  Contohlah Frank Slazak. Semangat, motivasi dan optimismenya yang saya akui hebat. Memang bukan diawal usaha, tapi di akhir hasil, dia berusaha mengambil hikmah dari semua kejadian yang dialami. Dia berkata :

TUHAN menjawab doa kita dg 3 cara :

1. TUHAN mengatakan YA; maka kita akan MENDAPATKAN APA YG KITA MINTA,

2. TUHAN mengatakan TIDAK; maka kita akan mendptkan yg LEBIH BAIK,

3. TUHAN mengatakan TUNGGU; maka kita akan mendptkan yg TERBAIK sesuai dg kehendak-NYA.

Entah mungkin ada beberapa kontroversi dari cerita yang dialami frank slazak, saya hanya mengagumi yang dia katakan. Bisa menjadi motivasi untuk optimisme lurus yang akan kita lakukan. baik sewaktu kita berhasil meraih dari apa yang kita kerjakan atau saat kegagalan yang kita terima.

Atau mungkin para viewers bisa membaca salah satu quotes dari American spiritual author satu ini, yaitu Orison Sweet Maden. :

“keberhasilan tidak diukur dengan apa yang anda raih, namun kegagalan yang telah anda hadapi, dan keberanian yang membuat anda tetap berjuang melawan rintangan yang datang bertubi-tubi”

Quote yang sangat baik dan super untuk bisa menanamkan keyakinan atas optimisme lurus yang harus kita lakukan untuk menghadapi apa yang akan kita kerjakan dan apa yang akan kita dapatkan kesimpulan saya Jadikan keberhasilan untuk menorehkan keberhasilan lain yang lebih besar dan jadikanlah kegagalan sebagai batu loncatan dari rintangan untuk mencapai keberhasilan yang baik mendatang.


Mungkin hanya sedikit tulisan ini yang bisa saya sampaikan. Semoga bermanfaat!