ini tugas kelompok kami sewaktu kelas 10, mungkin dari orang0orang yang mau liat resensinya, bisa baca J
RESENSI CERITA
Badai Tak Kan Berlalu.
Darus adalah seorang pemuda pengangguran di desanya. Dia dilahirkan dan tumbuh dari keluarga yang tidak mampu.
Ketika temannya sedang mengemudikan speadboat di laut, Darus hanya diam melanun. Temannya menggodanya dengan mengingatkan pada Darus kejadian atau saat dirinya dipermalukn dihadapan pacarnya, Yanung. keluarga pacarnya bahkan para tetangga. Dia ditampar oleh ayah pacarnya. Karena melihat Darus tengah mencium pipi pacarnya saat berulang tahun. Sontak ayahnya mengusir Darus dan isak tangis Yanung mengiringi kepergiannya. Dengan gontai Darus meninggalkan rumah Yanung. Dan tiba-tiba berita itu menyebar ke seluruh kampung dan para tetangga yang rasa solidaritasnya tinggi dan mereka yang selalu ingin tahu urusan orang ramai membicarakannya.
Tapi Darus tidak merasa malu. Karena dia merasa hanya mencium pipi Yanung. Tidak lebih seperi adegan di televisi yang lebih mesra dan orang tua merekapun tidak mempermasalahkannya.
Tapi Paklil Toha membual dengan omongannya pada Darus kalau dia sudah bekerja dan pengangguran, pasti ayah Yanung datang pada Darus.
Dia berfikir bahwa orang-orang akan mengira Darus akan pergi meninggalkan kampung halaman karena malu menjadi pengangguran. Padahal tidak banyak pemuda di kampungnya yang lulusan sarjana juga pengangguran. Sedangkan darus hanya lulusan STM.
Dia sudah berusaha mencari pekerjaan. Puluhan kantor yang pernah dia masuki menolak dengan tulisan ``tidak ada lowongan`` yang dipajang dipintu.
Suatu malam, ibu Darus berdoa disamping disisi kamar tidur Darus. Ibu berdoa kalau semoga kelak Darus bisa menjadi anak yang berguna bagi keluarga, agama dan bangsa. Dan semoga bisa mengangkat derajat orang tuanya di dunia atau di akhirat.Air mata ibu menetes. Darus kasihan melihatnya. Dia berpikir kalau sekarang, dia belum bisa membahgiakan orang tuanya.
Paklik Toha, pamannya yang bekerja sebagai nahkoda kapal perusahaan swasta menawarkan pekerjaan pada Darus menjadi mandor jermal di Bondowoso. Tanpa pikir panjang, Darus menerima tawaran itu. Pamannya menjelaskan bahwa jermal adalah tempat penangkapan ikan dilaut lepas.
Darus melihat berbagai aktivitas di tempat tersebut yang berhubungan dengan penangkapan ikan atau hewan laut lain. Yang kesemuanya itu dikerjakan oleh pemuda-pemuda sepertinya yang sudah bekerja lebih dulu.
Lalu, Darus diperkenalkan dengan mandor di tempat ia bekerja, Pak Mustafall. Orang yang tinggi, berbadan besar dan brewokan. Lalu dia memulai kerja di tempat tersebut.
Suatu hari, di tengah panasnya cuaca, 2 teman Darus berkelahi, tapi cepat dilerai Pak Mus. Dan Pak Mus menyuruh Darus untuk mengawasi mereka. Yang berkelahi adalah Sunu. Pemuda yang sukanya membentak, berkelahi dan meminta-minta pada ank-anak lain. Saat Darus mengawasi kegiatan mereka terjadi konflik kecil yang dimulai Sunu tidak mau mengejakan tugas. Tapi Darus mencoba sabar dengan mengingat kata bijak yang pernah dibacanya.
Suatu hari, sewaktu sholat maghrib, Darus terusik dengan candaan anak-anak yang jorok. Darus penasaran dan menghampiri. Yang ternyata, mereka sedang membaca majalah porno. Itu kepunyaan Sunu. Darus menasihati Sunu. Tapi tidak bisa. Akhirnya Pak Mus lah yang menasihati dan ia segera membakar majalah itu.
Di suatu malam, dan semua tidur pulas. Tiba-tiba datang seorang yang akan menyerang Darus. Untungnya Darus sigap dan berusaha menghindari orang yang akan menyerangnya yang ternyata itu Sunu. Sunu memegang pisau. Darus segera menendang perut Sunu, lalu memegang pergelangan tangan dan membanting Sunu, yang kemudian melempar pisau yang dipegang Sunu. Anak-anak segera bersorak pada Darus. Tapi, ia segera membubarkan kerumunan itu.
Sejak saat itu, jermal menjadi tenang. Pak brewok juga merasakan itu tapi, ia hanya diam saja.malah Pak Brewok jarang ke jermal. Paling hanya waktu memberi gaji.
Fandi bilang pada Darus bahwa Sunu tidak kembali lagi ke jiermal itu. Pak Kamsi berkata bahwa Sunu itu tidak punya tempat tinggal dan ayahnya banyak tapi tidak tahu yang mana. Ia berbicara dengan suara bindhengnya.
Suatu malam, dengan cuaca hujan yang hingga subuh belum reda, dan mereka hendak bekerja, tiba-tiba Fandi memegangi perutnya dan muntah-muntah. Darus membantunya. Dia skit. Kemarin Pak Roni, pembantu Pak Brewok dan dia, pergi ke darat untuk berobat.
Beberapa hari memang cuaca buruk sehingga dalam tiga hari tidak ada yang mengirim keperluan penghuninya. Hanya memakan nasi dan bumbu kecap. Badan mereka lemas.
Malam itu hujan deras, tiba-tiba, Fandi bergulinagan di lantai memegangi perut dan dadanya. Darus panik dan menyuruh yang lain mengambil minyak kayu putih. Tapi tiba-tiba, ``innalillahi wa inna ilaihi roji`un..`` Fandi meninggal. Seisi Jermal panik. Pak Kamsi menyelimutkan sarung kumal pada jenazah Fandi. Darus menyuruh membacakan Yasin. Tapi tidak ada yang bisa. Lalu membaca Al Fatihah. Yang Darus dan Opik saja yang membaca.
Jenazah Fandi telah dikembalikan pada orang tuanya. Dia berpikir jikalau dia mati seperti Fandi. Dia juga berpikir kalau itu pasti kesalahan Pak Brewok yang etap menyuruh Fandi bekerja di tengah hujan padahal masih sakit. Lalu dia bicara dengan Pak Brewok. Tapi Pak Brewok tidak menanggapi dan mengatakan bahwa Darus belum ahu kehidupan.
Suatu hari ada tamu yang mereka berpendidikan datang ke jermal. Pak Brewok menyuruh Darus menemaninya. Salah satu tamu mengatakan bahwa Pak Brewok telah merampas hak ank-anak. Tapi dengan santai Pak Brewok hanya menjawab bahwa kemiskinanlah yang merampasnya. Si tamu berkata lagi bahwa Pak Brewok tidak boleh menggunakan kemiskinan sebagai alat untuk mempekerjakan mereka. Mereka harusnya masih sekolah. Pak brewok Menjawab bahwa rasa kasihan itu ada tempat dan batas. Kalau tidak tepat, maka seorang anak menjadi manja. Pendidikan it tidak harus di sekolah dan bisa dimana saja. Di sini, dia sudah menyiapkan untuk mencari nafkah. Pak Brewok meminta tamu itu untuk mendatangkan tenaga pengajar ke jermal. Bukan hanya ngomong saja. Terjadi pecakapan bahkan perdebatan panjang mengenai masalah jermal tersebut. Sampai-sampai tamu tersebut mengancam akan menutup tempat itu. Pak Brewok bahkan rela dihukum, dipenjara, bahkan hukuman mati bila dia terbukti bersalah. Dia ingin mempertahankan tempat itu.
Darus yang menyaksikan perdebatan itu, seketika kagum dengan Pak Brewok. Setelah berdebat panjang tanpa ada penyelesaian, akhirnya tengah hari tamu-tanu meninggalkan jermal.
Darus yang meliha Pak Brewok akan pergi, segera menghampiri dan menyapanya. Darus berkata bahwa sepertinya akan ada badai. Tak ada tanggapan dari Pak Brewok. Darus lalu bercanda bahwa badai pasti berlalu. Tapi pak Brewok langsung berkata bahwa badai tiu tak kan berlalu api hanya berpindah tempat saja. Suatu saat akan kembali lagi. Darus merenungkan kata itu. Dan benar juga, pikirnya.
Paklik toha datang setelah hampir 3 bulan tidak bertemu Darus. Paklik Toha memberikan titipan dari ibu Darus yang berupa makanan dan surat dari pacarnya, Yanung. Paklik menanyakan Pak Brewok, tapi Darus menjawab bahwa Pak brewok itu jarang kemari. Paklik berkata bahwa itu artinya Pak Brewok sudah mempercayai tanggung jawab pada Darus. Asal Darus tidak neko-neko, pasti Darus akan diajak bekerja di perusahaan eksor udang windu si probolinggo yang diekspor ke Cina, Jepang,dll. Pak brewok juga punya 6 jermal.
03 September 2010
Oleh :
- Lia Amarufi Maula
- Nuraini Afifah
- Ratna Safitri
- Wimona Zerlinda
X6 ARSENOLITE.COM 2010

Tidak ada komentar:
Posting Komentar